March 2007 / April 2007 / May 2007 / June 2007 / July 2007 / November 2007 / March 2008 / April 2008 / February 2009 / March 2009 / April 2009 / May 2009 / June 2009 / July 2009 / August 2009 / October 2009 / May 2010 / June 2010 / July 2010 / August 2010 / September 2010 / November 2010 / December 2010 /

kembali ke blog


Jun 26, 2010

Fiksi Mini

Seribu bangau ia terbangkan pada bulan dengan satu permintaan. Malam itu mereka mengelilingi sebuah makam. Esok paginya kekasihnya hidup kembali, seperti yang ia inginkan.

Labels:


0 orang berkomentar. Mau?


Jun 22, 2010

#TentangPapa

Wajahnya menjawab tiap tatapan dengan angkuh,
hingga matanya bertemu dengan sosok kami
dan seketika semua luruh terbasuh sorot cinta dan hati rapuh.

Begitu rapuh,
hingga diam-diam hatiku tak henti bertanya:
apakah ia pernah bahagia.

Setelah semua yang tak terhitung--
peluh yang tak juga dianggap,
lembaran rupiah yang tak diingat,
prinsip yang tak pernah tertanam,
larangan yang tak satupun didengar,
harapan yang tak coba dipenuhi,
dan kata sayang yang tak jua dibalas.

Setelah mimpi-mimpi yang tak jadi nyata,
dan komponen hidup yang berserakan seperti kaca.

Setelah usia yang semakin senja,
dan tubuh semakin sering terlihat terjaga.
Seperti putus asa.

--

Tuhan,
papa kira aku ingin punya banyak uang.
Tapi aku cuma ingin papa senang.

Selamat ulang tahun ke-58, papa.

0 orang berkomentar. Mau?


Jun 18, 2010



pagi yang dingin,
dan daun mulai mengering
meski alam riang iringi angin menari.

lalu tiba-tiba,
embunkah itu
yang berkilau hijaukan helainya kembali?

0 orang berkomentar. Mau?